BALIKPAPAN-Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Balikpapan mengalami peningkatan dari data yang di keluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Menyebut kondisi cuaca panas dan paparan debu menjadi satu satu pemicu bagi warga Balikpapan.
Menurut Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Hj. Iim, sebagian besar kasus ditemukan berkaitan dengan paparan debu dan alergi. Kondisi tersebut, mudah terjadi saat cuaca panas, apa lagi saat ini, musim kemarau terus berlanjut,”ujar Hj. Iim, Senin (7/9/2026).
Dari data sepuluh Kabupaten-Kota di Kaltim. Kota Balikpapan menempati urutan pertama dengan kasus penderita ISPA. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kaltim hingga Agustus 2026, jumlah kasus ISPA tercatat 66.468 kasus.
Tinggi penderita ISPA di Kota Balikpapan, juga dipengaruhi jumlah penduduk. Ditambah kondisi lingkungan dan debu beterbangan berpotensi terhirup dan mengganggu saluran pernapasan, bagi warga alergi terhadap debu.
Politisi PKS tersebut, menghimbau masyarakat menggunakan masker, saat melakukan aktivitas. Pemakain masker membantu mengurangi debu yang masuk ke saluran pernapasan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltim hingga Agustus 2026, jumlah kasus ISPA tertinggi tercatat Kota Balikpapan: 66.468 kasus, Samarinda: 48.230 kasus, Kutai Kartanegara 29.453 kasus, Paser 22.284 kasus,
Kutai Timur 22.032 kasus, Berau 20.549 kasus, Penajam Paser Utara 10.386 kasus dan Kota Bontang 7.670 kasus,”jelasnya.






