Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Ratusan Pergerakan di Bandara Soetta Terdampak

oleh -41 Dilihat
oleh

JAKARTA – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak langsung terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pada Minggu (6/9/2026).

Sebaran abu vulkanik yang terdeteksi di wilayah sekitar bandara membuat operasional penerbangan Soetta harus dihentikan sementara demi menjamin keselamatan penerbangan.

Berdasarkan informasi Kementerian Perhubungan, penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta dilakukan menyusul terdeteksinya sebaran abu vulkanik di ruang udara sekitar bandara. Penutupan tersebut kemudian diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB.

209 Penerbangan Terdampak

Dampak penutupan tersebut cukup signifikan. Data Kementerian Perhubungan mencatat sebanyak 209 pergerakan penerbangan terdampak, dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 22.798 orang pada periode penutupan operasional.

Dampak tersebut meliputi pembatalan, penundaan, penjadwalan ulang, hingga pengalihan sejumlah penerbangan domestik dan internasional. Rute internasional yang terdampak antara lain Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam dan Kuala Lumpur.

Untuk penerbangan domestik, sejumlah penerbangan menuju dan dari Makassar, Lampung, Denpasar dan Surabaya turut terdampak.

Sementara itu, sebanyak 170 pesawat yang melakukan Remain Over Night (RON) di Bandara Soekarno-Hatta dilaporkan berada dalam kondisi aman di area apron. Pesawat tersebut terdiri dari 66 unit di Terminal 1, 51 unit di Terminal 2, 49 unit di Terminal 3 dan 4 unit di area kargo.

Abu Vulkanik Bahayakan Keselamatan Penerbangan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap atmosfer serta penerbangan.

Berdasarkan analisis citra satelit, BMKG mengidentifikasi sebaran abu vulkanik yang meliputi sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu. BMKG juga terus menerbitkan peringatan cuaca penerbangan atau SIGMET untuk mendukung keselamatan navigasi udara.

Abu vulkanik menjadi ancaman serius bagi penerbangan karena dapat mengganggu mesin pesawat, sistem penerbangan serta jarak pandang. Karena itu, penghentian sementara operasional bandara menjadi langkah pencegahan untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Penumpang Diminta Pantau Informasi Maskapai

Kementerian Perhubungan mengimbau calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta agar terus memantau perkembangan status penerbangan melalui maskapai masing-masing.

Penumpang juga diimbau tidak terburu-buru datang ke bandara sebelum memperoleh informasi terbaru terkait jadwal penerbangannya.

Pihak bandara dan maskapai terus melakukan penanganan terhadap penumpang terdampak, termasuk memberikan informasi berkala serta memastikan pelayanan selama proses penundaan dan perubahan jadwal penerbangan.

Erupsi Gunung Anak Krakatau sendiri masih menjadi perhatian pemerintah. BNPB melaporkan aktivitas erupsi masih berlangsung dan sejumlah bandara di wilayah terdampak sempat ditutup sementara sebagai langkah keselamatan penerbangan.

Situasi penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan hasil pemantauan kondisi atmosfer. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari BMKG, Kementerian Perhubungan, pengelola bandara dan maskapai penerbangan.