Siswanto Budi Utomo, Minta Perkuat Pengendalian Bahan Pangan, Jaga Inflasi Kota Balikpapan

oleh -62 Dilihat
oleh

BALIKPAPAN,suarakalima.com-DPRD menyambut baik kinerja Pemerintah Kota Balikpapan menjaga inflasi di angka 3,06 persen pada akhir Juli 2026. Inflasi tahunan (year on year), menandakan stabilitas daya beli masyarakat masih terkendali.

Indeks inflasi terbaru menunjukkan perkembangan positif dengan sedikit penurunan. Langkah intervensi masih dilakukan untuk memastikan stabilitas daya beli agar terkontrol.

Termasuk, pengendalian Komonditas bahan pangan. Inflasi terbaru Kota Balikpapan menempatkan diangka 0,25 persen untuk Juli 2026. “ujar anggota komisi II Siswanto Budi Utomo, Senin (10/8/2026).

Anggota DPRD dari daerah pemilihan Balikpapan Kota tersebut, meminta agar menjaga angka inflasi tidak mengalami kenaikan.

“Salah satunya, mendorong langkah penguatan, pengendalian serta distribusi sesuai dengan kondisi daerah.

Terutama melalui pasokan dan kelancaran kebutuhan sembilan bahan pokok. Agar angka inflasi mengalami penurunan dan perbaikan mencapai inflasi terendah, hingga dibawah tiga persen,”jelas Siswanto.

Menghadapi kondisi saat ini, politisi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut, menegaskan, tetap fokus serta menjaga komoditas paling dirasakan oleh masyarakat di sektor pangan.

Menurutnya, untuk menjaga harga pangan tetap berpatokan harga beras eceran tertinggi (HET), telah diatur oleh pemerintah pusat.

“Seperti, daerah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB dan Bali Rp.14.900 perkilo. Kemudian di susul Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kep. Riau, Jambi, Kep. Bangka Belitung dan Kalimantan Rp.15.400 perkilo. Terakhir Maluku dan Papua di posisi Rp.15.800 perkilo,”terangnya. (sk-03).